Tyler Perry Menunda Ekspansi Studio Senilai $800 Juta Setelah Melihat Sora dari OpenAI: “Pekerjaan Akan Hilang”

An illustration related to the article content. The scene captures an expansive film studio represented in a computer-generated animation style inspired by early 20th century cartoons. As the focal point, a futuristic-looking machine symbolizing artificial intelligence is present, emitting a vibrant light, indicating its state of operation. Out of this machine emerge cinematic videos, illustrating various locations from snowy mountains to urban cityscapes without any need for travel. Surrounding this scene, a notable variety of studio professionals including Caucasian male actors, Black female editors and Asian crew members are seen observing with expressions of astonishment and concern. They stand together symbolising a collective approach. In the background, an $800 million expansion plan blueprint can be seen rolled up, symbolizing a halted project.

Tyler Perry, aktor, pembuat film, dan pemilik studio, menyuarakan keprihatinannya mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) pada industri hiburan. Dia sangat khawatir dengan model teks-ke-video dari OpenAI, Sora, yang dapat menghasilkan output video sinematik. Perry telah merencanakan perluasan studionya di Atlanta senilai $800 juta, tetapi sekarang rencana tersebut ditunda karena kemajuan pesat dalam AI. Dia kagum dengan kemampuan AI, seperti menciptakan adegan di lokasi yang berbeda tanpa perlu melakukan perjalanan atau pembangunan lokasi. Perry mengkhawatirkan dampaknya terhadap para profesional industri, termasuk aktor, kru, dan editor. Dia telah menggunakan AI dalam dua filmnya untuk menghindari sesi riasan yang panjang. Perry percaya bahwa industri ini perlu bersatu untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh AI dan melindungi mata pencaharian. Dia menekankan perlunya pendekatan kolektif yang melibatkan serikat pekerja, pemangku kepentingan industri, dan intervensi pemerintah. Perry mengakui manfaat AI bagi studionya, tetapi juga mengkhawatirkan masa depan orang-orang yang telah ia latih dan pekerjakan. Dia memprediksi bahwa konvergensi pengembangan AI dan kontraksi industri akan mengakibatkan hilangnya pekerjaan secara signifikan. Perry menyerukan belas kasih dan perhatian terhadap individu-individu yang telah membangun karier di industri ini dan menyarankan agar ada suara yang bersatu untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, baik di dalam industri hiburan maupun di Kongres.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan