Satya Nadella dari Microsoft mencoba mempekerjakan Sam Altman. Namun, dia malah mendapatkan Mustafa Suleyman.

Create a 3:2 aspect ratio illustration representing the following scenario: A stylized office setting, where a South-Asian male figure resembling a CEO is making strategic moves on a life-sized chess board. The chess pieces are metaphorically shaped as AI technologies. A Caucasian male figure, representing an expert in AI, joins him. The symbolic hire is part of the CEO's efforts to stay competitive. The office is filled with signs of collaboration and technological innovation. The art style should be positive, light, and reminiscent of contemporary 3D animation techniques.

CEO Microsoft, Satya Nadella, telah membuat langkah signifikan dalam bidang AI dengan merekrut Mustafa Suleyman, salah satu pendiri Google DeepMind, untuk memimpin grup inisiatif AI konsumen yang baru. Perekrutan strategis ini merupakan bagian dari upaya Microsoft untuk tetap kompetitif dalam perlombaan AI melawan perusahaan seperti Google. Nadella juga berusaha merekrut CEO OpenAI, Sam Altman, untuk posisi yang sama, yang menunjukkan komitmen Microsoft dalam menarik talenta terbaik untuk ambisi AI-nya. Meskipun Altman sempat bekerja sebentar di Microsoft, ia akhirnya kembali ke OpenAI dan tetap menjalin hubungan yang erat dengan Microsoft. Perekrutan Suleyman menempatkan Microsoft pada posisi yang menguntungkan bagi Microsoft untuk mendapatkan manfaat dari keahliannya dan hubungan yang sedang berlangsung dengan OpenAI. Di dalam Microsoft, Suleyman akan memimpin grup Microsoft AI yang baru, sementara Simonyan, salah satu pendiri Inflection, akan menjadi kepala ilmuwan di bawah kepemimpinannya. Langkah ini memperkuat komitmen Microsoft untuk memajukan inisiatif AI dan tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan